Suku Bunga Dasar Kredit
Berlaku mulai 1 Oktober 2026
Periode Data: | Kredit non UMKM | Kredit UMKM | KPR/ KPA | Non KPR/ Non KPA | |||
Korporasi | Ritel | Menengah | Kecil | Mikro | |||
Harga Pokok Dana untuk Kredit (HPDK) (%) | 4.48 | 4.83 | 5.27 | 5.27 | 5.27 | 4.83 | 4.83 |
Biaya Overhead (%) | 0.90 | 0.89 | 0.88 | 0.88 | 0.88 | 0.88 | 0.88 |
Margin Keuntungan (%) | 0.15 | 0.50 | 1.00 | 1.00 | 1.00 | 1.00 | 1.00 |
Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK)(%) (HPDK + Overhead + Margin) | 5.53 | 6.22 | 7.16 | 7.16 | 7.16 | 6.71 | 6.71 |
Kategori | Definisi Kategori Kredit | Indikator / Kriteria dari Kategori Kredit |
Korporasi | Kredit modal kerja dan kredit investasi non UMKM dan non ritel | Sales Turnover > Rp500miliar/ tahun |
Ritel | Kredit modal kerja dan kredit investasi non UMKM dan non korporasi | Sales Turnover Rp50 miliar - Rp500 miliar/tahun |
Keterangan:
SBDK mengacu pada POJK Nomor 13 tahun 2024 tentang Transparansi dan Publikasi Suku Bunga Dasar Kredit Bank Umum Konvensional
SBDK ditentukan Bank berdasarkan berbagai faktor, diantaranya suku bunga acuan yang ditetapkan oleh otoritas yang berwenang, harga pokok dana untuk kredit (cost of fund), biaya overhead, margin keuntungan, dan perkembangan kondisi ekonomi.
Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) digunakan sebagai dasar penetapan suku bunga kredit yang akan dikenakan oleh Bank kepada nasabah. SBDK belum memperhitungkan komponen estimasi premi risiko yang besarnya tergantung dari penilaian Bank terhadap risiko masing-masing debitur atau kelompok debitur. Dengan demikian, besarnya suku bunga kredit yang dikenakan kepada debitur belum tentu sama dengan SBDK.